GCG


KOMITE NOMINASI DAN REMUNERASI

Peran Dewan Komisaris dalam melakukan tugas pengawasan operasional Perusahaan mencakup banyak bidang salah satunya adalah tugas dalam penetapan kriteria pemilihan calon anggota Dewan Komisaris dan Direksi beserta sistem remunerasinya. Untuk membantu Dewan Komisaris melaksanakan fungsi tersebut, beberapa regulasi seperti Peraturan Bank Indonesia No 8/4/PBI/2006 dan pedoman pelaksanaan GCG yang dikeluarkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) menetapkan aturan pembentukan Komite Nominasi dan Remunerasi yang berada langsung di bawah pengawasan Dewan Komisaris.

 

Tugas dan Tanggung Jawab

Tugas Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan yaitu melakukan penetapan atas beberapa komponen seperti:

  • Honorarium
  • Tunjangan
  • Fasilitas
  • Tantiem/ insentif kerja
 

Komposisi dan Profil Komite Nominasi dan Remunerasi

• Buntoro Muljono

Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1955, berdomisili di Jakarta. Meraih gelar Sarjana Teknik Elektro (1981) dan Sarjana Ekonomi (1986) dari Universitas Indonesia. Diangkat menjadi Ketua Komite Nominasi dan Remunerasi sejak April 2021.

Beliau memulai kariernya dengan bergabung di PT United Tractors Tbk pada tahun 1981 sebagai Management Trainee hingga menjabat sebagai Finance and Administration Director. Sebelumnya, pernah menjabat sebagai Direktur UT Heavy Industry(S) Pte. Ltd. (1997-2006), Komisaris PT Pamapersada Nusantara (1998-2001), Komisaris PT Traktor Nusantara (1998-2006), Direktur PT United Tractors Pandu Engineering (1999-2006) dan Presiden Direktur PT Toyota Astra Financial Services (2006-2014). Saat ini juga menjabat sebagai Ketua Komite Audit PT United Tractors Tbk, Komisaris Independen PT United Tractors Tbk, Komisaris Independen PT Komatsu Astra Finance, serta di beberapa posisi di PT Surya Artha Nusantara Finance, yakni sebagai Komisaris Independen, Ketua Komite Audit dan Anggota Komite Pemantauan Risiko.

• F.X. Laksana Kesuma

Anggota

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1962. Lulus dari Universitas Katholik Parahyangan, Bandung, dengan gelar Sarjana Teknik Sipil tahun 1988 dan mendapat gelar Master in Highway Engineering and Systems dari Institut Teknologi Bandung tahun 1991. Diangkat menjadi Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi sejak Juni 2019.

Bergabung dengan Astra di Divisi Engineering PT Pamapersada Nusantara (“PAMA”) tahun 1992. Setelahnya menjabat di berbagai posisi di PAMA, yakni sebagai Manajer Operasional (2000-2003), sebagai Kepala Divisi Operasional (2005-2012) dan sebagai Direktur Operasional tahun 2007-2011. Diangkat sebagai Direktur Engineering dan Presiden Direktur di PAMA sejak tahun 2013 hingga sekarang dan juga menjabat sebagai Presiden Komisaris, Wakil Presiden Komisaris dan Komisaris di beberapa anak perusahaan PAMA. Selain itu juga diangkat sebagai Direktur PT United Tractors Tbk sejak April 2018.

• Iwan Hadiantoro

Anggota

Warga Negara Indonesia, lahir pada tahun 1969. Lulus dari Universitas Indonesia dengan gelar Sarjana Ekonomi, Manajemen Keuangan. Diangkat menjadi Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi sejak Juni 2019.

Sebelum bergabung dengan Astra International pada 2010 sebagai Kepala Group Treasury & Investor Relations, memulai karir di Shell Indonesia pada 1990, sebelum kemudian bergabung dengan General Electric (GE) Indonesia pada 1998 dan menjabat berbagai posisi, termasuk Controllership, Treasury, Financial Planning & Analysis, serta VP Finance, Direktur dan Chief Financial Officer PT GE Finance Indonesia hingga 2010. Sebelumnya juga menjadi Finance Director Astra Sedaya Finance tahun 2006 hingga 2008. Sekarang juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Supra Alphaplus Handal, Komisaris PT United Tractors Pandu Engineering, PT PT Pamapersada Nusantara dan PT Bhumi Jati Power, Presiden Direktur PT Karya Supra Perkasa dan Direktur PT United Tractors Tbk, PT Unitra Persada Energia dan Unitra Power Pte. Ltd.

Pedoman Komite Nonimasi dan Remunerasi

 
Pedoman Komite Nominasi dan Remunerasi ACSET